Insight

Kerja (sama) Indonesia dalam kaca mata ibu Retno Marsudi dan Tasya Kamila

"Sebuah kesuksesan banyak di latar belakangi oleh sebuah mimpi."

Contohnya bisa Yooters liat dari Menteri Luar Negeri perempuan pertama yang menjadi pembicara di “Youth x Public Figure Vol. 7” kemarin, Ibu Retno Marsudi. Beliau sudah bermimpi menjadi diplomat Indonesia sejak bangku sekolah. “Dari SMA saya ingin sekali menjadi diplomat. Dulu waktu di SMA 3 Semarang saat saya masih satu angkatan dengan Bu Sri Mulyani, saya sering nonton TVRI dan melihat kok jadi diplomat kayaknya enak banget ya.. memakai jas, sering keluar negeri, kerjanya salaman doang. Tetapi ternyata, pas jadi diplomat kerjanya lebih kompleks. Tapi asik dan seru!”, ujar Ibu Retno Marsudi memulai perbincangan.

Menteri perempuan yang satu ini memulai karir diplomatnya di umur 32 tahun lho! Hebat yah Yooters? Selain sibuk di dunia kerja sama Internasional, menteri perempuan yang satu ini suka mengisi waktu lengang nya dengan berolahraga dan berkumpul dengan keluarganya.

Nah di acara “Youth x Public Figure Vol. 7” kemarin, beliau banyak sharing mengenai suka dukanya menjadi diplomat Indonesia nih Yooters! Yuk disimak!

 

Apa sih Bu, yang mendorong Ibu untuk menjadi seorang diplomat selain mimpi dari sekolah?

“Yang mendorong saya adalah dengan saya menjadi perempuan. Bagi saya, perempuan itu makhluk yang hebat. Saya ingin membuktikan bahwa perempuan memiliki hak yang sama, diperlakukan dengan sama, bisa melakukan hal yang sama. Patut disyukuri juga bahwa tidak semua negara bisa seperti Indonesia. Women Empowerment di Indonesia sudah berjalan dengan baik, lebih baik dari beberapa negara”, ujar Ibu Retno Marsudi. Beliau mengatakan bahwa mungkin saat ini memang diplomat masih dipandang dan didominasi oleh laki-laki. Tapi beliau percaya dalam 10 tahun ke depan bisa meningkat. Karena saat ini jumlahnya seimbang antara diplomat laki-laki dan diplomat perempuan.

 

Ketika masuk ke Kementerian Luar Negeri, apa saja sih yang menjadi prioritas Bu Retno untuk Indonesia?

“Politik Bebas Aktif”, jawab Ibu Retno Marsudi. Beliau mengatakan bahwa Politik Bebas Aktif adalah ruh utama politik luar negeri Indonesia. Karena apapun yang kita lakukan harus bisa merefleksikan ciri khas dari nasionalitas kita. Politik Bebas Aktif ini sendiri memiliki beberapa prioritas yang dilakukan oleh kementrian dan dubes-dubes di luar sana:

  1. Melindungi NKRI
  2. Melindungi Warga Negara Indonesia yang berada di luar negeri  
  3. Melakukan diplomasi ekonomi ke negara-negara sahabat dan tetangga
  4. Memiliki peran Internasional

Salah satu contoh Indonesia memiliki peran Internasional adalah Indonesia menjadi dewan keamanan tidak tetap dari PBB lho Yooters!

 

Berbicara tentang prestasi Indonesia yang menjadi dewan keamanan tidak tetap dari PBB, itu lebih jelasnya bagaimana sih Bu?

“Anggota Dewan Keamanan PBB itu ada 15 negara. 5 disebut sebagai dewan keamanan tetap, sedangkan 10 negara lainnya disebut elected council. Jadi sebelum akhirnya kita terpilih, saya sudah sering melakukan lobi kepada negara-negara anggota PBB dan berbicara bahwa Indonesia dapat berkontribusi lebih untuk PBB. Hasilnya dari 199 negara yang dilobi, 144 memberikan voting untuk Indonesia. Sehingga, terhitung sejak 1 Januari 2020 Indonesia memiliki hak suara dalam dewan keamanan PBB”, kata Ibu Retno Marsudi.

Bukan hanya beliau yang bangga, namun masyarakat biasa seperti yang ia ceritakan kemarin malam, ia bertemu dengan tukang bandeng di dekan rumahnya di Semarang berseru kepada Ibu Retno “Hebat Bu Indonesia bisa menang di PBB!. Yooters juga pastinya bangga, dong?

 

Selanjutnya nih Bu, apa saja agenda Kemenlu ke depannya?

“Indonesia masih akan banyak menjadi tuan rumah, bukan hanya Asian Games. Di bulan Oktober mendatang, kita akan menjadi tuan rumah Asian Para Games 2018. Selain itu juga akan menjadi tuan rumah IMF World Bank Conference, di bulan November ada Asian Summit, World Conference of Creative Economy bersama pak Triawan, Our Ocean Conference bersama Ibu Susi, dan di bulan Desember akan ada Bali Democracy Forum.”

 

Wah! Keren ya Bu udah banyak agendanya. Nah, kalau kita nih Yooters sebagai kaum muda Indonesia, bisa nggak bu untuk ikutan diplomasi?

“Bisa dong! Saat ini udah banyak duta muda dari Indonesia. Seperti contohnya Joey Alexander, Rich Brian, Nikki! Mereka semua itu mengharumkan nama Indonesia, layak disebut duta muda Indonesia”, ujar beliau. Ibu Retno Marsudi juga mengatakan siapa saja bisa menjadi duta bangsa Indonesia. Seperti yang dicontohkan beliau, lainnya adalah apabila seorang chef Indonesia memperkenalkan makanan Indonesia ke Internasional, dia juga bisa disebut sebagai duta Indonesia.

Selain Ibu Retno Marsudi, Tasya Kamila juga memberikan pendapatnya terkait yang bisa anak muda lakukan. Anak muda bisa melakukan diplomasi digital. Mulai dengan menggunakan hashtag yang positif, menyebarkan hal-hal yang baik mengenai Indonesia, berperan aktif untuk berkarya sampai jenjang Internasional.

 

Nah! Kemarin kan disinggung mengenai Digital Diplomacy, sebenarnya itu apa sih Bu Retno?

Diplomasi digital adalah sebuah metode modern yang digunakan Kementrian Luar Negeri. Jadi kalau jaman sekarang, mau nyampein pesan langsung lewat sosial media. Jadi kalau ada kejadian apa-apa pasti langsung update di twitter Kemenlu juga twitter saya”, ujar beliau. Sehingga diplomasi digital adalah sebuah bentuk konkrit kerja sama yang diimplementasikan dalam dunia digital. Safe Travel merupakan bentuk hasil kerja Kemenlu untuk menjaga WNI yang berada di luar negeri melalui aplikasi digital.

Selain Ibu Retno yang mendapat pertanyaan dari Yooters, Tasya Kamila sendiri juga mendapatkan pertanyaan langsung dari Ibu Retno Marsudi.

 

“Tasya yakin nggak kalau anak muda Indonesia bisa berkontribusi mengharumkan negara?”

Pelantun lagu anak gembala itu menjawab dengan pasti “Yakin dong, Bu! Yang penting itu tau dan paham dulu keunggulan, prestasi, dan keunikan Indonesia yang bisa disebarin. Terus kalau ada masalah, dipelajari terlebih dahulu, baru cari solusi dengan berkarya. Bukan hanya nyebarin yang jelek-jeleknya aja. Tapi bisa nyebarin kebaikan tentang Indonesia!”

Di acara kemarin, Tasya Kamila sendiri sempat sharing beberapa hal tentang pengalamannya mengenyam pendidikan di luar negeri dan ikut berpartisipasi dalam beberapa event dunia. Hal ini menurutnya bisa mematik semangat anak bangsa untuk ikut berpartisipasi dalam membesarkan nama Indonesia di kancah Internasional.

Sempat ada beberapa momen mengharukan di acara kemarin saat ada pertanyaan dari Teman Tuli di sesi pertanyaan. Ibu Retno Marsudi dan Tasya mendapatkan pertanyaan dari teman tuli; apakah menurut mereka teman-teman tuli bisa menjadi duta besar? Karena sebetulnya teman tuli sama saja seperti yang lainnya.

Pertanyaan itu di jawab oleh Tasya dengan antusiasme. Tasya ingin mendukung teman-teman tuli dengan mendengarkan apa yang teman tuli sukai, apa hobi teman-teman tuli, apa bentuk karya yang sudah dihasilkan oleh teman tuli. Karena Tasya sendiri ingin mendukung dengan share di sosial medianya.

Bu Retno Marsudi sendiri menjawab dengan memberikan simbol cinta di atas kepala kepada teman-teman tuli. Beliau mengatakan bahwa semua warga negara memiliki hak yang sama, tidak boleh ada diskriminasi. Sehingga teman-teman tuli bahkan teman disabilitas lainnya juga bisa menjadi duta besar dan berpartisipasi secara maksimal. Salah satunya adalah dengan mensukseskan Asian Para Games yang memiliki atlet partisipan berjumlah 5.000 peserta. Tunjukkan Indonesia adalah tuan rumah yang ramah! Beliau menutup jawaban dengan kembali memberikan simbol cinta ala teman tuli.

Di akhir acara, Ibu Retno memberikan sebuah quote untuk Yooters:
Jangan pernah menikmati powermu, tapi tunaikan tanggung jawabmu dengan sempurna. Kerja, kerja, dan KERJA!

Tuh, Yooters! Kalian bisa kok ikut berpartisipasi dan melakukan diplomasi. Mulai dari hal-hal yang mudah seperti menyebarkan hal-hal positif dan menginspirasi dari Indonesia di dunia digital kok. Yuk, kita sama-sama Kerja (Sama) Indonesia!

 

OTHER EVENT


1685LineTodayafterevent.jpg
SERENTAK, PEMUDA-PEMUDI 10 KOTA DEKLARASIKAN SUMPAH PEMUDA!
Acara puncak dari perayaan 90 tahun Sumpah Pemuda kemarin adalah pembacaan deklarasi serentak di 10 kota. Di balik pembacaan deklarasi sumpah pemuda, tersirat makna membangun kembali semangat yang sudah ditanamkan para pencetus sumpah pemuda agar Indonesia
6217Untitled-1.jpg
SUMPAH PEMUDA SERENTAK 10 KOTA, Kota-mu ada nggak?
We The Youth bersama dengan puluhan komunitas di 10 kota di Indonesia membuat acara “SUMPAH PEMUDA SE-INDONESIA” dalam rangka memperingati 90 tahun sumpah pemuda. Kamu diundang untuk datang dan tinggalkan perbedaan sejenak untuk bersatu dalam cinta bagi In
6681photo2018-10-2615-19-35.jpg
Sumpah Pemuda SE-Indonesia, Jakarta
Berlokasi di Go-Food Festival, Gelora Bung Karno, Senayan, ada banyak kegiatan seru yang bisa Yooters nikmati dalam acara Sumpah Pemuda Se-Indonesia di Jakarta! Lokasi terbagi menjadi 4 wilayah kegiatan: Zona Ekspresi, Zona Karya, Zona Kolaborasi dan Pangg
2538photo2018-10-2615-19-39.jpg
Sumpah Pemuda SE-Indonesia, Makassar
Acara Sumpah Pemuda SE-Indonesia juga ada di Makassar lho! Dengan membawa latar belakang pertentangan karena perbedaan dan juga memanfaatkan momentum sumpah pemuda untuk menjadi sebuah tombak besar pembuktian bahwa anak muda Indonesia tidak akan berhenti b
2235photo2018-10-2615-19-37.jpg
Sumpah Pemuda SE-Indonesia, Malang
Acara Sumpah Pemuda SE-Indonesia juga ada di Malang lho! Acara ini adalah hasil kolaborasi dengan Ruang Perintis, sebuah ruang bagi komunitas untuk berkolaborasi, berkreasi, dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Tema yang diangkat dalam acara ini

Get In touch


Gedung UOB Plaza Lt. 32,
Jl. M.H. Thamrin No. 10, Tanah Abang,
Kebon Melati, Jakarta Pusat 10230
hi@wetheyouth.id
+62 811-1608-078
Whatsapp us